KEDATANGAN HABIB UMAR BIN HAFIDZ DI PONPES SUNNIYAH SALAFIYAH DAN DEKLARASI BOGOR

Pada hari Selasa tanggal 25 Muharam 1428H/13 Pebruari 2007M. Ponpes Sunniyah Salafiyah kedatangan tamu istimewa dari Tarim, Hadramaut, Al Habib Umar bin  Muhammad bin Salim bin Hafidz. Kedatangan beliau kali ini, oleh pengasuh Ponpes Sunniyah Salafiyah, Ustadz Taufiq bin Abdul Qodir Assegaf diagendakan sebagai pertemuan dengan para alim ulama baik dari kota maupun luar kota Pasuruan.

Dalam kesempatan itu Habib Umar memberikan tausiyah yang langsung diterjemahkan oleh pengasuh  Ponpes Ustadz Taufiq. Acara dilanjutkan dengan pembacaan keputusan bersama yang dihasilkan pada pertemuan antara para habaib, alim ulama dan Habib Umar bin Hafidz di Bogor yang disebut Deklarasi Bogor. Kemudian dilanjutkan dengan acara puncak yaitu tanya-jawab antara para alim ulama dengan Habib Umar bin Hafidz. Hasil pertemuan itu insya Allah akan di VCD kan agar bermanfaat bagi mereka yang tidak hadir.

Mengingat pentingnya hasil keputusan Deklarasi Bogor bagi perkembangan dakwah Islam, maka berikut ini kami kutipkan keputusan itu:

DEKLARASI BOGOR

Pada pertemuan antara para habaib, alim ulama dan Habib Umar bin Hafidz di Bogor, dan dibawah naungan Arrobitoh Alawiyah pusat (Jakarta), terjadi saling nasehat-menasehati dan memberikan peringatan tentang tugas-tugas para alim ulama, tugas diantara kita semua dan apa yang semestinya dilakukan para alim ulama terhadap umat Islam dan terhadap manusia pada umumnya untuk memperbaki kondisi dan keadaan masyarakat pada saat ini. Dalam pertemuan tersebut terjadi satu kesepakatan:

Pertama, Guna menghidupkan fungsi para alim ulama dalam perbaikan akhlak,  mensucikan jiwa dan mendidik budi pekerti di kalangan para santri khususnya dan masyarakat pada umumnya dengan dibacakan kitab-kitab semisal Bidayatul Hidayah dan Minhajul Abidin karangan Abu Hamid Muhammad Alghozali, serta Nashoihud Diniyah karangan Al-Imam Habib Abdullah bin Alwi Al-Hadad

Kedua, Para alim ulama diwajibkan meningkatkan kerja dakwahnya dan menjadikan kerja dakwah itu menjadi hal yang penting bagi orang-orang di sekitarnya. Menyibukkan dzikir dakwah ini kepada para santrinya yang memiliki kemampuan untuk berdakwah agar membacakan kitab-kitab kepada tetangganya seperti kitab Ad-Dakwah At-Tammah yang dikarang oleh Habib Abdullah bin Alwi Al Haddad, kitab Nashoikhut Taalim yang dikarang oleh Habib Umar bin Muhammad bin Hafidz, kitab Hakadza Wanad’u ilal Islam dikarang oleh Profesor Dr. Muhammad Said bin Fadhol Almudi dan juga kitab Attawalik Assa’diyah yang dikarang oleh Sayid Muhammad bin Abdurrahman Assegaf

Ketiga, Mengajarkan kepada para santrinya dan masyarakat sekitarnya, pentingnya saling kasih sayang antara satu dan yang lainnya, pentingnya persatuan dan persaudaraan, saling bahu membahu, bantu membantu diantara sesama orang Islam dalam melaksanakan kerja dakwah dan menghidupkan berjalannya syariat yang suci ini di kalangan mereka.

Keempat, Para alim ulama selalu memonitor dan menjadi motor persatuan pada umat. Membuat jaringan diantara para alim ulama, diantara para dai dengan mengadakan majlis (pertemuan), yang anggotanya terdiri dari alim ulama dan dai-dai tersebut dalam rangka mempersatukan umat, untuk saling bertemu dan mengatur strategi langkah-langkah kerja dakwah.

Kelima, Menghidupkan kursus-kursus kepada para santri sebagai bekal agar mereka mampu untuk melaksanakan kewajiban dan tugas dakwahnya di kalangan umat dengan menghidupkan perbuatan baik seperti syiar yang dilakukan as-salafunnasholeh terdahulu.

Demikian keputusan ini dihadiri dan ditandatangani oleh Habib Umar bin Hafidz, para habaib dan alim ulama yang berjumlah 128 orang  di Bogor. Abdul Kadir Al-Habsyi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp