RENDAHNYA NILAI DUNIA

الخطبة الأولى

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ حَمْدًا يَفُوْقُ وَيَفْضُلُ وَيَعْلُوْ حَمْدَ الْحَامِدِيْن, وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ الْمَلِكُ الْحَقُّ الْمُبِيْن , وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْقَائِلُ “مَا أُوحِيَ إِلَيَّ أَنْ أَجْمَعَ الْمَالَ ، وَأَكُونُ مِنَ الْتاجِرِينَ ، وَلَكِنْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنْ : سَبِّحْ بِحَمْدِ رَبِّكَ وَكُنْ مِنَ السَّاجِدِينَ ، وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ “

أَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ, النَّبِيِّ الْأَمِيْن, وَعَلَى أَهْلِ بَيْتِهِ الطَّيِّبِيْنَ الطَّاهِرِيْن, وَعَلَى أَصْحَابِهِ الْهَادِيْنَ الْمُهْتَدِيْن, وَالتَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن

أَمَّا بَعْدُ ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah menganugerahkan kepada kita nikmat yang paling besar yaitu nikmat iman dan Islam. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, nabi yang mulia Muhammad bin Abdillah, yang diutus sebagai rahmat bagi semesta alam.

Pertama-tama khatib mewasiatkan kepada diri khatib sendiri dan kepada hadirin untuk selalu menjaga ketakwaan kepada Allah taala. Hanya orang bertakwa yang akan mendapatkan keberuntungan sementara orang yang inkar akan selalu mendapatkan kerugian.

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Ketahuilah bahwa dunia ini cepat berakhir, dekat masa kepergiannya dan banyak melelahkan pemiliknya. Jika Dunia datang, ia membuat banyak kesibukan dan fitnah. Jika ia menjauh ia membuat sedih dan susah. Rasulullah SAW mengumpamakan dunia seperti sebuah pohon yang dijadikan naungan dari teriknya matahari oleh seorang musafir untuk beberapa saat untuk kemudian ditinggal pergi. Maka betapa lalai dan bodohnya mereka yang tamak pada dunia, dan betapa cerdik dan mulianya mereka yang meninggalkan dunia.

Ketahuilah bahwa seorang mukmin yang shaleh dan mengerti hakekat dunia ini tidak akan pernah sesaat pun merasakan nyaman di dunia ini. Kalau pun ia menemukan rasa nyaman, maka pasti kenyamanan itu tercampur dengan kelalaian, entah kelalaian kepada Allah atau pun hari akhir. Berbeda dengan orang bodoh yang tertipu, ia akan merasa nyaman hidup di dunia sebab ia tidak tahu seberapa besar bahaya dan tipuan dunia. Oleh karena itu, Rasulullah SAW bersabda :

الدُّنْيَا دَارُ مَنْ لاَ دَارَ لَهُ وَمَالُ مَنْ لاَ مَالَ لَهُ وَلَهَا يَجْمَعُ مَنْ لاَ عَقْلَ لَهُ

Dunia adalah tempat tinggal bagi mereka yang tidak memiliki rumah, harta bagi mereka yang tak memiliki harta, dan hanya orang yang tidak memiliki akal pikiran yang mengumpulkannya.

Di dalam kesempatan lain Beliau SAW bersabda :

اَلدُّنْيَا لَا تَصْفُوْ لِمُؤْمِنٍ, كَيْفَ وَهِيَ سِجْنُهُ وَبَلَاؤُهُ

Dunia tidaklah membuat nyaman seorang mukmin. Bagaimana bisa membuat nyaman sedangkan ia adalah penjara dan cobaan baginya.

Tahukah anda berapa nilai dunia ini di sisi Allah, dunia yang manusia saling berebut untuk mendapatkannya. Dunia yang manusia saling iri mengenainya sehingga menyebabkan banyak pertumpahan darah, pemutusan tali silaturahim dan perselisihan. Dunia yang menjadi penyebab banyak perpecahan rumah- tangga dan menimbulkan penyakit yang berbahaya di dalam hati dan tubuh kita. Sebesar apakah nilai dunia yang sedemikian itu ?

Jawaban dari pertanyaan ini telah dijelaskan secara gamblang di dalam sabda Rasulullah SAW :

لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَزِنُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ ، مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شُرْبَةَ مَاءٍ

Seandainya dunia sebanding di sisi Allah dengan satu sayap nyamuk, maka Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir setetes pun

Dunia dan segala isinya tidak sebanding dengan sayap nyamuk! maka celakalah orang yang mengira bahwa banyaknya harta yang haram adalah sebuah kebahagiaan. Sungguh keliru pandangan mereka yang mengira bahwa banyaknya harta di tangan seseorang adalah suatu bentuk kemuliaan dari Allah. Seandainya demikian, maka pasti yang paling berhak untuk mendapatkan kekayaan dunia ini adalah pemimpin para nabi, yaitu Rasulullah SAW. Tetapi pada kenyataannya beliau wafat dalam keadaan tidak pernah merasakan kenyangnya makan roti gandum.  Meski beliau SAW pernah ditawari untuk menguasai kunci-kunci kekayaan dunia, beliau sama sekali tidak tertarik, bahkan beliau bersabda :

أَجُوْعُ يَوْمًا وَأَشْبَعُ يَوْمًا فَإِذَا جُعْتُ دَعَوْتُ اللهَ وَتَضَرَّعْتُ إِلَيْهِ وَإِذَا شَبِعْتُ حَمِدْتُ اللهَ وَشَكَرْتُهُ

Aku ingin merasa lapar sehari dan merasa kenyang sehari. Jika aku merasa lapar aku berdoa dan merendahkan diri kepada Allah dan bila aku merasa kenyang aku memuji Allah dan bersyukur kepada-Nya.

Ketahuilah bahwa  jika Allah melapangkan dunia kepada sebagian hambanya, maka itu hanyalah sebagai bentuk bala dan cobaan dari-Nya. Jika mereka mendapatkan harta itu melalui tata-cara yang telah digariskan dan menyalurkannya di jalan-jalan yang diridhai oleh Allah, maka ia akan diberikan ganjaran sebagaimana ganjaran mereka yang zuhud dan meninggalkan dunia. Akan tetapi jika ia menyalahi perintah Allah dalam mendapatkan dan menyalurkannya, maka Allah akan menyiksa mereka bersama orang-orang yang inkar. Di dalam Al Qur`an Allah ta`ala berfirman :

فَأَمَّا الْإِنْسَانُ إِذَا مَا ابْتَلَاهُ رَبُّهُ فَأَكْرَمَهُ وَنَعَّمَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَكْرَمَنِ (15) وَأَمَّا إِذَا مَا ابْتَلَاهُ فَقَدَرَ عَلَيْهِ رِزْقَهُ فَيَقُولُ رَبِّي أَهَانَنِ (16) كَلَّا  [الفجر: 15 – 17[

Ada pun manusia apabila Tuhannya mengujinya lalu dia dimuliakan-Nya dan diberi-Nya kesenangan, maka dia akan berkata: “Tuhanku telah memuliakanku.” Ada pun bila Tuhannya mengujinya lalu membatasi rizkinya maka dia berkata: “Tuhanku menghinakanku.” Sekali-kali tidak (demikian) (QS Al Fajr : 15-17)

Kemuliaan tidak dinilai berdasarkan kekayaan atau banyaknya harta. Kehinaan bukan dinilai dari seberapa faqirnya seseorang atau sedikitnya harta yang dimiliki. Kemuliaan di sisi Allah dinilai berdasarkan kadar ilmu dan ketakwaan. Kehinaan dinilai sesuai kadar kebodohan dan kemaksiatan.

Allah ta`ala berfirman :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ [الحجرات: 13[

Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu disisi Allah ialah orang yang paling taqwa diantara kamu. (QS Al Hujurat : 13)

Maasyiral Muslimin rahimakumullah.

Di zaman ini, kebanyakan manusia berpaling dari nilai-nilai yang diajarkan Islam, berpaling dari akhlak yang diajarkan Nabi, dan menjadi orang-orang yang masa bodoh atas urusan agamanya. Perhatian terbesar mereka adalah mengumpulkan sebanyak-banyaknya harta dunia yang hina itu .

وَلَكِنَّ أَكْثَرَ النَّاسِ لَا يَعْلَمُونَ (6) يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ (7) [الروم: 6، 7[

Tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui. Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia, sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat lalai. (QS Ar Rum : 6,7)

Banyak orang tua yang tidak mampu mendidik anak-anaknya. Mereka membebaskan anak-anaknya seperti mereka membebaskan binatang liar. Membiarkan anak-anaknya melakukan apa saja yang diharamkan. Jika terdapat orang tua yang berusaha untuk menjaga kehormatan keluarganya dan mengajak untuk mendapatkan kemuliaan dan akhlak-akhlak islami, maka ia dituduh sebagai orang yang kaku dan ketinggalan zaman. Terdapat Kebebasan sebebas-bebasnya bagi mereka yang ingin minum minuman keras, bermain judi atau bergaul dengan wanita yang bukan mahram. Di sisi lain, tidak ada kebebasan bagi mereka yang berusaha untuk berpegang teguh kepada syariat, padahal hakikat kebebasan yang sebenarnya adalah penghambaan kepada Allah ta`ala.

Maka dari itu, janganlah kalian tertipu dengan kehidupan dunia ini, karena semua apa yang ada di dalamnya adalah fana. Ia telah dimiliki secara bergilir oleh penghuninya. Harta dan perhiasan yang kita miliki adalah sama dengan yang dimiliki oleh orang-orang yang telah lalu, yaitu kaum yang lebih panjang umurnya dan lebih megah tempat tinggalnya. Lihatlah sekarang, jasad mereka telah hancur dan rumah mereka telah menjadi puing-puing. Kalian juga akan mengalami apa yang mereka alami. Maka renungkanlah ini, sesungguhnya Allah itu adalah Maha cepat perhitungannya.

إِنَّ أَحْسَنَ الْكَلَام, وَأَبْلَغَ النِّظَام, كَلَامُ اللهِ الْمَلِكِ الْعَلَّام. وَاللهً سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى يَقُوْل وَبِقَوْلِهَ يَهْتَدِي الْمُهْتَدُوْن { وَإِذَا قُرِئَ الْقُرْآنُ فَاسْتَمِعُوا لَهُ وَأَنْصِتُوا لَعَلَّكُمْ تُرْحَمُونَ}, وَقَالَ عَزَّ منْ قَائِل عَلِيْم {فَإِذَا قَرَأْتَ الْقُرْآنَ فَاسْتَعِذْ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ }. أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْم  {يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَى وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ (13) [الحجرات: 13] }

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْم لِيْ وَلَكُمْ وَلِوَالِدَيَّ وَلِوَالِدِيْكُمْ وَلِجَمِيْعِ الْمُسْلِمِيْن فَاسْتَغْفِرُوْه إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الْرَحِيْم

الخطبة الثانية

اَلْحَمْدُ لِلهِ الَّذِيْ مَنَّ عَلَيْنَا بِالدِّيْنِ الْقَوِيْم, وَهَدَانَا إِلَى الصِّرَاطِ الْمُسْتَقِيْم, وَأَشْهَدُ أَنْ لَّا إِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهْ, وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهْ, اَلنَّبِيُّ الْكَرِيْم, اَلرَّؤُوْفُ الرَّحِيْم, اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ حَقَّ قَدْرِهِ وَمِقْدَارِهِ الْعَظِيْم.

أَمَّا بَعْدُ, فَيَااَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ اِتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ  وَلَاتَمُوْتُنَّ اِلَّا وَ اَنْتُم مُسْلِمُوْنَ

عِبَادَ الله .. اِعْلَمُوْا اَنَّهُ لَا أَنْفَعَ لِلْإِنْسَانِ فِيْ هَذَا الزَّمَانِ مِنْ ثَلَاثِ خِصَال : اَلصَّدَقَةِ السِّرِّ وَالْإِجْهَارْ, وَالْاِسْتِغْفَارِ آنَاءَ اللَّيْلِ وَأَطْرَافَ النَّهِارْ, وَكَثْرَةِ الصَّلَاةِ عَلَى النَّبِيِّ الْمُخْتَارْ . فَالصَّلَاةُ عَلَيْهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّم مِنْ أَعْظَمِ الْقُرُبَاتِ وَأَفْضَلِ الطَّاعَاتِ وَمِنْ أَقْرَبِ الطُّرُقِ الْمُوْصِلَةِ إِلَى رَبِّ الْبَرِيِّات. فَقَدْ أَمَرَكُمُ اللهُ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَى بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهْ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهْ, وَثَلَّثَ بِكُمْ يَا أَيُّهَا الْمُؤْمِنُوْنَ مِن بَرِيَّة جِنِّه وَإِنْسِه , فَقَالَ مُخْبِرًا وَآمِرًا عَلِيْمَا : { إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا }.

اَللّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى إِمَامِ الْمُوَحِّدِيْن, وعَلَمِ الْمُهْتَدِيْن, وَقَائِدِ الْغُرِّ الْمُحَجِّلِيْن, سَيِّدِنَا وَمَوْلَانَا حَبِيِبِ اللهِ  وَرَسُوْلِهْ, وَأَمِيْنِهِ عَلَى وَحْيِهِ وَتَنْزِيْلِهْ, أَبِي الْقَاسِم سَيِّدِنَا مُحَمَّدِ بْنِ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَبْدِ الْمُطَّلِبِ بْنِ هَاشِم, وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ النَاصِرِيْنِ لِشَرِيْعَتِهْ, وَالْمُهْتَدِيْنَ بِهَدْيِهْ, المُتَّبِعِينَ لِسُنَّتِهْ. وَعَلَى التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِإِحْسَانِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْن.

وَرَضِيَ اللهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى عَنْ خُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْن, الأَئِمَّةِ الْمُهْتَدِيْن سَادَاتِنَا ذَوِي الْقَدْرِ الْجَلِيّْ, أَبِيْ بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلِيّ, وَعَنْ أَصْحَابِ رَسُوْلِ اللهِ أَجْمَعِيْن. وَأَزْوَاجِهِ الطَّاهِرِيْن, أُمَّهَاتِ الْمُؤْمِنِيْن, وَأَهْلِ بَيْتِهِ الطِّيِّبِيِنَ الطِّاهِرِيْن

اَللّهُمَّ اجْعَلْنَا بِتَذْكِيْرِكَ مُنْتَفِعِيْن, وَلِكِتَابِكَ وَسُنَّةِ رَسُوْلِكَ مُتَّبِعِيْن, وَعَلَى طَاعَتِكَ مُجْتَمِعِيْن, وَتَوَفَّنَا مُسْلِمِين, وَأَلْحِقْنَا بِالصَّالِحِيْن.

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاتَنَا وَأُمَرَاءَنَا وَكُلَّ مَنْ وَلَّيْتَهُ شَيْئًا مِنْ أُمُوْرِنَا وَأُمُوْرِ الْمُسْلِمِيْن, اَللّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِنَا, وَآمِنْ رَوْعَاتِنَا, وَعَزِّزْ أَمْطَارَنَا, وَأَرْخِصْ أَسْعَارَنَا, وَاشْفِ مَرْضَانَا, وَعَافِ مُبْتَلَانَا, وَارْحَمْ مَوْتَانَا, وَأَصْلِحْ أَحْيَانَا, يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْن. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمؤْمِنِيِنَ وَالْمُؤْمِنَات, وَالْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَات, اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَات, إِنَّكَ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَات

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَة وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَة وَقِنَا عَذَابَ النَّار

عِبَادَ الله , {إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ } وَاذْكُرُوْا اللهَ الْعَظِيْم يَذْكُرْكُمْ . وَاشْكُرُوا لَهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ, وَاسْتَغْفِرُوْهُ يَغْفِرْلَكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp