Mendamba Wanita Surga

Terkadang sudah menjadi sebuah kebiasaan, setelah penat beraktivitas kita duduk sekedar menghilangkan lelah sembari menonton televisi. Tidak berselang lama, pemirsa disuguhi sebuah iklan alat pelindung haidh, di sana aurat tubuh wanita diekspose sedemikian rupa untuk menarik perhatian pemirsa  teve. Ketika pindah saluran teve lain, tak jauh berbeda tersuguhkan juga bagi pemirsa sosok wanita di kamar mandi, yang kali ini sedang memperagakan pemakaian sebuah produk shampoo. Begitu seterusnya,  tayangan-tayangan teve seakan tidak terlepas dari upaya eksploitasi tubuh wanita. Bagaimana tidak? Di berbagai acara teve setiap selang lima menit-bahkan kurang dari itu, pasti akan kita temukan eksploitasi tubuh wanita yang indah dengan mempromosikan iklan produk tertentu.

Modernisasi dan emansipasi. Dua kata itulah yang selalu dijadikan alat justifikasi kebenaran akan maksiat yang dilakukan oleh beberapa orang yang mendukung hal itu. Alat ukur modernisasi menurut mereka adalah kemajuan budaya barat, budaya kebebasan dan berkspresi. Sehingga, sah-sah saja apa yang dilakukannya dengan mempertontonkan aurat di muka umum karena itu bagian dari Hak Asasi Manusia.

Sehingga sudah menjadi kebiasaan remaja saat ini, mereka merasa bangga dengan identitas budaya ‘impornya’ yang di kenal dengan istilah trend modernisasi. Dan yang dijadikan pedoman bagi mereka adalah artis musik dan film yang setiap hari ditontonnya. Dari  Grup musik lokal semacam ‘Ungu’, ‘Slank’, ‘Dewa 19” dst. hingga mancanegara semacam: ‘Scorpio’, ‘Simple Plan’ , ‘Gun Roses’ dst. mereka hapal di luar kepala. Britney Spears, merupakan idola sebagian remaja kita saat ini.

Grup-grup dance  ala Britney pun banyak di bentuk di sekolah-sekolah favorit maupun non favorit. Hal ini telah menjamur dari tingkat Taman Kanak-Kanak (TK) hingga universitas. Grup-grup dance itu dalam setiap shownya seakan tidak lazim bila tidak tampil menggunakan busana rok 5 cm. bahkan di sebagian sekolah dengan label Islam hal ini sudah menjadi tuntutan agar sekolah itu dianggap maju dan modern.

Nah! tidaklahlah mengherankan jika mereka di kemudian hari memiliki cita-cita sebagai artis di masa depannya. Dan kini sudah tampak sekali bagi kita, betapa banyak saudara-saudara kita sesama muslim itu kini menjadi menjadi artis yang mau dikesploitasi tubuhnya sehingga menjadikan dirinya benar-benar artis (aurat gratis) bagi pemirsa.

Rasa malu seakan sudah hilang, sudah terbeli dengan rupiah. Sungguh jual beli yang sangat rugi di mata Allah SWT. Ada sebuah kisah wanita beriman di jaman nabi yang untung berjual beli karena ia rela menerima cobaan Allah yang sementara.

Diriwayatkan oleh Atha ibn Abu Rabah, ia berkata: “Ibnu Abas ra. bertutur kepadaku: “Maukah aku tunjukkan seorang wanita penghuni surga?’ aku menjawab: ‘Mau.’ Ia berkata: ‘Seorang wanita kulit hitam pernah menemui Rasulullah SAW. Kemudian ia berkata: ‘Aku menderita ayan dan (auratku)terbuka. Mohonkanlah kepada Allah untukku.’ Rasulullah SAW. Berkata: ‘Jika engkau mau, bersabarlah dan bagimu surga. Jika engkau mau, aku doakan semoga Allah menyembuhkanmu.’ Ia berkata: ‘Aku akan bersabar.’ Dia berkata lagi: ‘Sesungguhnya (aurat) saya terbuka, maka doakanlah agar aku tidak membuka (aurat).’ Beliau pun mendoakannya.”

Surga, itulah hasil dari jual beli wanita iman yang bertakwa ini karena ia rela menerima cobaan yang menimpa hidupnya yang sementara. Akan tetapi wanita ini memandang dirinya rendah, hanya karena auratnya terbuka dan manusia melihat apa yang tidak pantas bagi wanita muslimah itu. Lalu, bagimana dengan wanita yang memakai pakaian terbuka, yang mengeksploitasi tubuhnya, berlomba untuk membuka selubung rasa malu dan telanjang? Apakah mereka tidak menginginkan surga? Atau malah tidak percaya dengannya? Naudzu billah min dzalik. Ernaz

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp