SAYIDAH UMMU HARAM BINTI MILHAN

ANGAN – ANGAN YANG DIKABULKAN ALLAH

Ummu Haram binti Milhan adalah salah seorang wanita mulia, dia adalah saudara putri kandung Ummu Sulaim, bibi Anas bin Malik pembantu Rasulullah SAW. Beliau adalah sekian diantara wanita-wanita yang punya harga diri tinggi tidak saja dimata kaumnya tapi juga dimata Allah. Dengan tekadnya yang membara untuk memeluk agama Allah, berbai’ah dengan Rasulullah dan ikut pula berhijrah bersama kaum muslimin lainnya mengikuti petunjuk Allah.

Rasulullah sangat memuliakannya, tidak jarang beliau mengunjungi wanita mulia ini, menginap bahkan sering tertidur dipangkuannya. Hal itu bisa dilakukan Rasulullah tanpa ada orang lain karena Ummu Haram adalah bibi Rasulullah baik dari penyusuan maupun dari nasab.

Keinginan dan cita-cita bibi nabi yang satu ini sungguhlah menggambarkan bahwa beliau adalah seorang wanita yang tangguh, gagah dan pemberani serta bersungguh-sungguh dalam membela dan menyebarkan dinullah. Ummu Haram RA amat mengidam-idamkan untuk bisa turut serta para pahlawan-pahlawan mujahidin yang mengarungi samudera raya dalam rangka memperluas jaringan da’wah Islam, dan memerdekakan para hamba dari perbudakan penghambaan sesama hamba kepada penghambaan hanya kepada Allah semata.

Seperti kebiasaan Rasulullah SAW jika sedang melakukan lawatan ke Quba’, beliau selalu mengunjungi bibinya Ummu Haram binti Milhan. Suatu hari kebiasaan itupun juga dilakukan Rasulullah . Bibi Rasulullah segera menghidangkan makanan hingga tanpa terasa Rasulullah tertidur dipangkuan bibinya itu. Lalu tiba-tiba beliau terbangun seraya tertawa, maka bertanyalah bibinya dengan rasa ingin tahu , “ Apa yang mendorongmu untuk tertawa wahai Rasulullah ?”. “ Ada beberapa orang dari umatku diperlihatkan kepadaku, mereka adalah para penakluk fi sabilillah. Mereka mengarungi ombak lautan. Mereka adalah raja-raja kekeluargaan atau seperti raja-raja keluarga “. Jawab Nabi menerangkan.

Maka Ummu Harampun segera meminta kepada Rasulullah dengan penuh pengharapan agar dirinya termasuk salah seorang diantara mereka, karena itulah yang menjadi angan-angannya selama ini. Dan Rasulullah pun segera mendo’akan bibinya itu dan tertidur kembali seraya meletakkan kepalanya.

Tak lama kemudian, untuk kedua kalinya Rasulullah terbangun seraya tertawa, dan untuk kedua kalinya pula Ummu Haram menanyakan apa yang membuat Rasulullah tertawa. Dan seperti sebelumnya Rasulullah menerangkan hal yang sama diperlihatkan kembali oleh Allah dalam tidurnya barusan. Maka, kembali Ummu Haram minta Rasulullah mendo’akannya hingga beliau tertidur kembali. Namun, beberapa saat kemudian Rasulullahpun mengalami hal yang sama untuk ketiga kalinya. Dan tanpa ragu dengan mantap Ummu Harampun meminta untuk dido’akan kembali oleh Rasulullah dengan harapan untuk dapat didengar dan dikabulkan permintaannya. “Engkau termasuk golongan yang disebutkan tadi ,“ Rasulullah menjawab pengharapan bibinya itu. Angan-angan seorang wanita solihah yang dimuliakan Rasulullah itu benar-benar dikabulkan oleh Allah SWT.    

Peristiwa itu terjadi dimulai dari perkawinannya dengan sahabat agung Ubaidah bin Shamit, yang  selanjutnya Ummu Haram melakukan imigrasi dengan mengembara dan mengarungi lautan bersama suaminya, hingga akhirnya beliau menemukan kesyahidannya di negeri Cyprus setelah melakukan beragam peperangan. Selanjunya Ummu Haram dimakamkan disana. Armada laut dalam peristiwa itu dikomandani oleh Mu’awiyah bin Abu Sufyan di masa pemerintahan Khalifah Ustman bin Affan RA, yang tepatnya di tahun 27 Hijriyah.

Begitulah sekilas sejarah seorang mulia dan agung Ummu Haram yang berkat niat suci dan keinginan yang mendalam, dengan segala kekuatannya mencurahkan tenaga untuk menyebarkan akidah tauhid secara ikhlas, tak ada tujuan-tujuan dibalik semua usahanya kecuali hanya mencari keridloan Allah azza wajalla, maka angan-angannya didengar dan dikabulkan oleh Allah SWT. (Sulistyorini)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp