Kejahatan-kejahatan Kemanusiaan Israel

           Siapa orang paling biadab?

           Israel.

           Siapa bangsa perampas?

           Israel.

           Siapa perusak peradaban?

           Israel.

          Tanya-jawab ini sungguh pas buat Israel yang buas. Seperti tak jemu-jemu mereka membuat onar dan kejahatan. Jangan heran bila Israel sulit diharapkan tidak memusuhi Islam. Karena kejahatan terhadap Arab dan Islam ini sesungguhnya sudah tersusun begitu lama, terhitung sejak mereka merancang rencana busuknya (yakni: Protocols of Zion).

Protocols ini seperti  “cetak biru” bagi kaum Yahudi dan para pendukungnya untuk mewujudkan cita-cita membangun “Kerajaan David” berdasarkan keyakinan diri sebagai bangsa yang superior. Di dalam dokumen ini. Bangsa selain Israel dianggap sebagai qoyim alias bangsa rendah yang halal dieksploitasi untuk kejayaan bangsanya.

          Simaklah salah satu bunyi pasal 1 Protocols of Zion  (ZI)  itu:

          “………Siapapun yang ingin berkuasa haruslah menggunakan dua jalan, yakni menipu dan meyakinkan. Sifat-sifat bangsa yang baik seperti keterbukaan dan kejujuran adalah racun bagi dunia politik. Karena sifat ini akan memakzulkan penguasa dari tahtanya…….”.

          Tentang rencana penguasaan dunia di bawah kungkungan ZI pasal 2 mengatakan:

          “Kekuasaanm internasional kita akan menghapus hak-hak dan kekuasaan bangsa-bangsa seperti UU menguasai rakyatnya!”.

          Di bagian lain disebutkan, bahwa pada hakikatnya kebebasan politik itu utopia belaka. Namun pemikiran itu sedemikian rupa diperlukan untuk melibas kelompok qoyim yang berkuasa. Jika tiba saatnya, maka kata “kemerdekaan“ harus jadi bara api bagi rakyat untuk melawan setiap kekuatan yang menghalangi “rencana kita”.Disebutkan pula bahwa… kita akan menghajar habis semua pihak yang menghalangi jalan kita!

          Upaya lain untuk mencapai tujuan, yaitu sebagaimana tertera dalam dokumen rahasia itu adalah melakukan monopoli ekonomi. Sehingga dapat  membuat bangsa-bangsa qoyim berhutang. Hutang, khususnya hutang luar negeri adalah salah satu hal yang selalu tercantum dalam neraca perdagangan setiap pemerintah, jika hutang itu dibebani 5% maka dalam waktu 20 tahun, negara akan membayar bunga sejumlah hutang yang diterimanya, dalam waktu 40 tahun akan berlipat ganda dua dan seterusnya.

          Hari-hari ini rakyat Palestina menderita karena terorisme bangsa Israel, sendi-sendi pemerintahan baru, yang telah berhasil dimenangkan oleh kubu Hamas sudah dihancurkan. Palestina dibuat “lumpuh secara politik dan ekonomi’ yang nanti ujung-ujungnya dipaksa tergantung  secara ekonomi kepada Barat. Jika negara Islam tidak bersatu untuk mengantisipasi kasus ini, Palestina akan lebih terpuruk lagi dari sekarang ini. Akan datang penjajahan ekonomi. Apakah arti penjajahan dan kejahatan mereka jika bukan tindakan kontra kemanusiaan?    A.A. Haydar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp