ISLAM YANG DITEROR, DISAYANG

The Golden Age, masa keemasan Islam memang tengah dinantikan. Masa indah akan hadir ketika semua peradaban di dunia sudah kembali sesuai dengan ajaran Islam. Masa indah itu sebelumnya akan melewati masa-masa berdarah, malhamah kubro, Armagedon,  keluarnya Imam Mahdi, turunnya Nabi Isa as. terbunuhnya Dajjal dan Ya’juj Ma’juj adalah beberapa rangkaian peristiwa besar yang menjadi pengantar datangnya The Golden Age. The Golden Age adalah masa-masa puncak Islam menjelang kehancuran total dunia.

Lalu bagaimana kondisi Islam saat ini? Ditengah pergolakan dunia yang semakin carut marut, secara umum kondisi umat Islam semakin terpuruk. Konspirasi global telah menunjukkan dominasinya atas hampir seluruh aspek kehidupan. Dari masalah politik kekuasaan hingga pada cara berpakaian masyarakat. Berita-berita yang kita konsumsi pun menunjukkan betapa Islam tengah menuju “penggiringan dan pemarjinalan” global. Tidak adakah titik terang yang bisa melegakan hati? Habib Taufiq dari Pasuruan dalam suatu kesempatan ceramah beliau mengatakan bahwa Allah tidak pernah minta kita membela agama Islam. Karena tanpa dibelapun Allah akan menang dan memuliakan agama Islam. Bukankah al-Islam ya’lu wa la yu’la ‘alaih? Kalaupun saat ini yang terjadi malah Islam semakin terpuruk, itu merupakan undangan dari Allah, apakah kita mau membela Islam atau tidak. Apakah kita mau  menjadi pasukan pembela Allah atau malah lari jadi pecundang.

Beberapa fakta menyebutkan bahwa Islam justru “menggeliat” bangkit ditengah berita yang menyesatkan ummat. Stigma yang mencap Islam teroris, Islam radikal, Islam oposan, Islam fundamental, belum lagi pengkucilan warga muslim, tafsir sesat, Islam liberal, dan sederetan upaya mereka (baca : musuh-musuh Islam) malah melahirkan simpati terhadap Islam.

Pasca peristiwa WTC 11 September 2001, lembaga Council on American-Islamic Relation (CAIR) memberikan layanan gratis bagi warga yang ingin mengenal lebih jauh tentang Islam. Tak hanya itu LSM Amerika ini juga memberikan Qur’an berbahasa Inggris bagi yang menginginkannya. Hasilya, warga AS pun berbondong-bondong mempelajari Islam dan banyak pula yang mengucapkan dua kalimat syahadat. Tercatat hingga Juli 2005 saja, sudah lebih 5000 eksemplar al-Qur’an yang tersebar dan lebih 12.000 warga AS tertarik mempelajari Islam dan al-Qur’an.

Masih di Amerika Serikat. Di tengah gencarnya sentimen negatif anti Islam, terdapat hal yang menarik. Film Paradise Now besutan sutradara Hany Abu-Asad memenangkan penghargaan Golden Globe (16 Januari 2006) sebagai film berbahasa asing terbaik. Film ini menceritakan tentang pemuda Palestina yang memutuskan untuk menjadi martir dengan melakukan aksi bom syahid.

Film yang digarap pada tahun 2004 itu membawa pesan bahwa agar penonton memahami pola pikir seseorang yang mau melakukan aksi bom syahid. Menurut sang sutradara, itu lebih disebabkan karena adanya ketidakadilan terhadap bangsa Palestina dan tidak adanya perdamaian di bawah pendudukan Israel.

Juli 2006 lalu, kegembiraan meliputi kaum muslimin Marseille, Perancis. Sebuah bangunan bergaya Mediterania berdiri megah. Itulah rumah Allah yang sedang dibangun Kaum Muslimin. Upacara pembangunan masjid dengan luas 2.500 m2 dihadiri oleh semua perwakilan agama. Bahkan walikota setempat pun menyediakan sebuah kapling tanah termasuk menyiapkan jalan bagi pembangunan proyek tersebut.

Tidak hanya di Marseille, masjid-masjid megah juga terdapat di kota-kota besar seperti di Lyon, Paris dan Strasbourg.

Pada Mei 2006, pengusaha kaya asal Arab Saudi, Pangeran Alwaleed Talal meluncurkan  stasiun TV Satelit bernama Ar-Reesalah Channel. Saluran yang mengudara 24 jam non stop diharapkan mampu mewakili umat Islam untuk menyebarkan tradisi ilmu dalam Islam ke seluruh dunia.

Sedangkan pada Maret 2006 lalu, di Inggris diselenggarakan Pameran Peradaban Islam. Pameran bertajuk “1001 invention Discover The Muslim Heritage of Our World” ini menampilkan bukti-bukti otentik bahwa peradaban Islam sudah jauh lebih maju dalam segala bidang. Salah satunya adalah sekolah Balkhi di al-Istakhri Baghdad, pada masa khalifah al-Ma’mun, sudah mampu membuat peta dunia paling akurat saat itu, lengkap dengan skalanya. Keakuratan pembuatan peta itu sebanding dengan  London Underground Map. Selain itu al-Khawarizmi sudah memperkenalkan koordinat Geografi. Alhasil pameran ini menunjukkan dua hal, pertama Islam semakin menarik hati masyarakat Eropa. Kedua, bagaimanapun peradaban Islam adalah peradaban yang unggul.

Fakta lain terjadi di Eropa. Di sebagian besar negara-negara Eropa, minat berkunjung ke gereja semakin menurun. Survey yang dilakukan sejak 1970 di lima negara utama (Prancis, Belgia, Belanda, Jerman dan Itali) menunjukkan jumlah jemaat gereja turun hingga 50 persen. Penurunan ini sangat tajam di negara-negara dominan Katolik.

Menariknya, perkembangan Islam di Eropa makin pesat. Itulah sebabnya Kardinal Vatikan, Camilo Ruini, belum lama ini melarang wanita katolik untuk menikah dengan pria muslim. Pernikahan itu dianggap berpotensi mempercepat populasi kaum muslimin.

Masih di Eropa, tepatnya Inggris, sebuah galeri seni Islam telah hadir di London. Namanya Victoria and Albert Museum (V&A). Menurut Muhammad Jameel, anak pemilik kelompok Abdul Latif Jameel Group, pemilik galeri V&A mengungkapkan, “hadirnya galeri seni Islam di negeri sekuler ini ditujukan untuk memberikan pemahaman kepada dunia agar lebih memahami seni Islam. Galeri menyediakan lebih dari 400 obyek dan 10.000 artifaks Islam. Di antaranya warisan seni Islam pada abad 17 seperti keramik, tekstil, permadani, hiasan logam, gelas, hiasan kayu di zaman Khalifah Islam pada abad ke-8 dan ke-9. Jika anda tidak bisa ke London silahkan buka  situs http://www.hali.com/Galery.aspx?menu=2.

Anda pasti gembira bila mendengar ada orang masuk Islam. Bagaimana jika Bank-bank sekuler masuk Islam ? Dalam pertemuan Forum Ekonomi Dunia di Sharm al-Sheikh, Mesir, November 2006, beberapa bank asing masuk dalam daftar keuangan Syari’ah. Alasannya, reputasi bank-bank syari’ah selama ini sangat bagus.

Diantara bank yang “masuk Islam” dan membuka gerai syari’ah adalah Deutsche Bank yang berpusat di Jerman. Bank ini berpatungan dengan Ithmaar Bank Bahrain dan Abraaj Capital Dubai. Bank lain yang “masuk Islam” adalah Citibank, HSBC dan UBS.

“Saya sangat bangga bayi kami sedang tumbuh,” kata Alexander Theocarides, Direktur sebuah Bank Islam di Swiss. “Orang-orang non-Muslim dapat mengambil keuntungan dari produk keuangan Islam.” Perbankan Islam kini tumbuh seperti cendawan di musim hujan. Diperkirakan nilai perbankan Islam internasional saat ini mencapai 200 – 500 bilyun dolar AS.

Jika anda petualang internet. Tidak ada salahnya anda klik http://www.thruereligion.org dan http://www.islamfortoday.com /convert. htm# COTW.

Situs-situs ini berisikan kisah-kisah muallaf, khususnya di AS. Ada sejuta kisah megharu-biru tentang perjalanan orang yang akhirnya menemukan kedamaian dalam pelukan Islam. Meski hanya berupa cerita pendek, kisah perjalanan para muallaf ini cukup bisa menggugah para muallaf lain, dan bisa memantapkan keyakinan kaum muslimin.

Lagi-lagi di AS, telah hadir sebuah stasiun televisi muslim pertama. Namanya Bridges TV. Didirikan oleh Muzammil Hasan, seorang Pakistan yang hijrah ke AS pada 1979. Nama yang berarti jembatan itu sengaja dipilih untuk menjadi jembatan antara muslimin Amerika dengan warga Amerika lainnya.

Program TV ini difokuskan pada gaya hidup dan hiburan, termasuk dalam bentuk kartun, acara pendidikan, kisah-kisah al-Qur’an yang ditayangkan dalam bentuk animasi.

Tapi juga ada yang harus diwaspadai. Tidak semua gerakan yang berlabel Islam adalah untuk kemajuan Islam. Beberapa situs dengan nama Islam malah membawa misi penghancuran Islam. Berikut daftar beberapa situs yang menyesatkan http://www.alquran-palsu.tk., http://www.thequran.comwww.the-good-way.com, http://answering-islam.org.uk, http://aboutislam.com, dan http://www.thespiritofislam.com.

Yang paling mutakhir, kini Yahudi Israel membuka website berbahasa Melayu, dengan alamat http://jakarta.mfa.gov.il. Bisa ditebak situs ini “merupakan kampanye” pembenaran terselubung terhadap apa yang dilakukan Israel, baik di Palestina, Lebanon atau Suriah. Pembuatan situs berbahasa Indonesia oleh Kementrian Israel ini tampaknya merupakan bagian dari upaya Israel untuk melakukan kampanye terhadap negara-negara dengan mayoritas muslim, seperti Indonesia dan Malaysia. Pasalnya kedua negara tersebut hingga saat ini masih menolak hubungan diplomatik dengan Israel.

Jika anda mengunjungi situs ini, hati-hati jangan sampai terjebak dengan slogan dan kebohongan Israel.

Walhasil, terdapat bejibun fakta yang menunjukkan kepada semua orang bahwa semakin Islam dimarjinalkan dengan berbagai cara, semakin besar pula kemuliaan Islam tampak di bumi Allah SWT ini. Tinggal, anda ambil bagian yag mana dalam perjuangan ini? Awie

Untuk Stopper atau Eye Catching

Tiga ribu tentara AS masuk Islam. Peristiwa ajaib ini justru terjadi ketika negeri adidaya itu membantu Arab Saudi dan Kuwait melawan Iraq pada Perang Teluk 90-an. Sebuah kejadian tak terduga

Situs panduan masuk Islam : http://www.thruereligion.org dan http://www.islamfortoday.com/convert.htm#COTW

Situs bahaya : http://www.alquran-palsu.tk., http://www.thequran.com, www.the-good-way.com, http://answering-islam.org.uk, http://aboutislam.com, dan http://www.thespiritofislam.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp