Karma Versi Islam

CN tolong jelaskan hadist Nabi tentang hukum karma.            

Fatimah

Bondowoso Jatim

081803487xxx

Jawaban:

Sebenarnya istilah hukum karma sebagimana yang kita pahami bukan sepenuhnya berasal dari ajaran Islam. Hukum karma sebagaimana yang kita pahami lebih mendekati kepada peninggalan ajaran kaum Hindu atau lainnya. Dalam ajaran Islam, kejadian apapun, baik buruk atau baik, sepenuhnya menjadi kuasa Allah SWT. Terkadang takdir Allah SWT berdasarkan kenyataan yang sering terjadi, akan menimpa buruk kepada orang-orang yang telah melakukan kejahatan. Sehingga seolah-olah perbuatan itulah yang mewujudkan balasan. Padahal itu adalah bagian dari kehendak Allah SWT. Sebagaimana dalam hadits berikut ini:

مَنْ زَنَىٰ زُنِيَ بِهِ وَلَوْ بِحِيطَانِ دَارِهِ. رواه  ابن النَّجَّار

Barangsiapa melakukan zina, maka – keluarganya- akan dizinahi, meskipun di pagar rumahnya”.HR.Ibnu Najjar.

Syekh al-Munawi berkata: Hadits ini memberi isyarat bahwa  hukuman bagi pelaku zina, juga akan ditimpakan oleh Allah SWT ketika masih berada di dunia, berupa salah satu dari keluarganya akan dizinahi. Demikian ini karena perzinahan merupakan perbuatan tercela yang juga merusak kehormatan, di samping ancaman hukuman had dan siksa di akhirat kelak. Dengan demikian sesuai dengan firman Allah SWT:

وَجَزَاءُ سَيِّئَةٍ سَيِّئَةٌ مِثْلُهَا

“Dan Balasan suatu kejahatan adalah kejahatan yang serupa”. QS:al-Syuro:40

Dan sekira pelaku zina tidak mempunyai keluarga atau kerabat, maka akan ditimpa dengan hukuman lainnya. Selanjutnya beliau berkata: Yang dhohir, dalam masalah ini laki-laki dan perempuan sama saja. Apabila seorang perempuan melakukan zina, maka suami, orang tuanya atau kerabatnya akan melakukan perbuatan zina pula. Lihat. Faydlul Qodir juz Vl hal. 143.   

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

RSS
Telegram
WhatsApp